Saturday, July 3, 2010

Pemantauan Perkembangan Psikomotor Anak

Pemantauan perkembangan psikomotor anak adalah penting untuk mengetahui penyimpangan secara dini sehingga upaya pencegahan, upaya stimulasi dan upaya penyembuhan serta pemulihan dalam pelayanan kesehatan anak. Upaya tersebut dilakukan sesuai dengan umur perkembangan anak sehingga dapat tercapai kondisi optimal. Pemantauan perkembangan psikomotorik anak dapat dilaksanakan dipusat-pusat pelayanan kesehatan, posyandu, sekolah ataupun dilingkungan rumah.
Hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan psikomotor, antara lain :
a. Adanya stimulus yang sesuai dengan stimulus anak
b. Orang tua atau pengasuh dalam memberikan rangsangan
c. Melalui latihan-latihan yang tepat, menjadikan anak akan semakin terampil (Gamayanti, cit Prasetyawati, 2007).
Deteksi perkembangan anak untuk tes psikomotorik dengan menggunakan Denver Developmental Screening Tes II (DDST II), yaitu salah satu tes metode skrening yang sering digunakan untuk menilai perkembangan anak mulai usia 1 bulan sampai 6 tahun. Perkembangan yang dinilai meliputi perkembangan personal sosial, motorik halus, motorik kasar, dan bahasa pada anak. DDST II merupakan salah satu test psikomotorik yang sering digunakan diklinik atau rumah sakit bagi tumbuh kembang anak.
Interpretasi penilaian dari Denver II :
a. Advance melewati pokok secara lengkap kekanan dari garis usia ( dilewati pada kurang dari 25% anak pada usia yang lebih besar dari anak tersebut).
b. OK : melewati, gagal, atau menolak yang dipotong berdasarkan garis usia antara persentil 25 dan ke 75.
c. Causion : gagal atau menolak pokok yang dipotong berdasarkan garis usia diatas atau diantara persentil ke 75 dan ke 90.
d. Delay : gagal pada suatu pokok secara menyeluruh kearah kiri garis usia, penolakan kekiri garis usia juga dapat dianggap sebagai keterlambatan, karena alasan untuk menolak mungkin adalah ktidakmampuan untuk melakukan tugas tertentu.
Interpretasi tes
a. Normal : tidak ada keterlambatan dan maksimum dari satu kewaspadaan.
b. Suspect : satu atau lebih keterlambatan dan/atau 2 atau lebih bayak kewaspadaan.
c. Untestable : penolakan pada satu atau lebih pokok dengan lengkap kekiri garis usia atau lebih dari satu pokok titik potong berdasarkan garis usia pada area 75% sampai 95%.
Rekomendasi untuk rujukan tes suspect atau untestable
a. Screening ulang pada 1 sampai 2 minggu untuk mengesampingkan faktor temporer.
b. Bila screening ulang ini bersifat suspect atau untestable gunakan penilaian klinis berdasarkan hal berikut, angka kewaspadaan dan keterlambatan, laju perkembangan dimasa lalu, pemeriksaan dan riwayat klinis, ketersediaan sumber rujukan.


No comments:

Post a Comment