Saturday, July 3, 2010

Aspek-aspek perkembangan anak

1) Perkembangan Kognitif
Pada aspek koginitif, perkembangan anak nampak pada kemampuannya dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi-informasi yang sampai kepadanya (http://makalahdanskripsi.blogspot.com).
2) Perkembangan Emosi
Perkembangan pada aspek ini meliputi kemampuan anak untuk mencintai; merasa nyaman, berani, gembira, takut, dan marah; serta bentuk-bentuk emosi lainnya. Pada aspek ini, anak sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orangtua dan orang-orang di sekitarnya.
Emosi yang berkembang akan sesuai dengan impuls emosi yang diterimanya. Misalnya, jika anak mendapatkan curahan kasih sayang, mereka akan belajar untuk menyayangi (http://makalahdanskripsi.blogspot.com).
3) Perkembangan Psikomotor
Perkembangan psikomotor adalah perkembangan pengendalian gerakan jasmani melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Kombinasi biologis, psikososial, kognitif, kreatifitas, spiritual dan penerimaan sosial selama periode anak usia 1-5 tahun membimbing anak dengan akrab, penuh kasih sayang tetapi juga tegas sehingga anak tidak mengalami kebingungan, mengenal kebutuhan anak, anak belajar kemandirian (http://makalahdanskripsi.blogspot.com).
Perkembangan psikomotor anak usia 1-5 tahun meliputi :
a) Perkembangan Motorik Anak
Perkembangan motorik anak adalah perkembangan penguasaan otot-otot berhubungan dengan perkembangan gerakan, dimana perkembangan motorik anak dibagi menjadi 2 macam yaitu :
(1) Perkembangan motorik halus untuk menilai anak dalam mengkoordinasikan mata dan kedua tangannya seperti menyusun balok, menjimpit kismis, mencorat-coret.
(2) Perkembangan motorik kasar yaitu untuk menilai kemampuan anak seperti jalan, melompat dan sebagainya (http://www.tabloidnakita.com).
Perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak usia 1-2 tahun.
Dalam perkembangan anak usia 1 tahun motorik kasar anak mampu berjalan satu tangan dipegang, meluncur dengan baik, dapat berusaha berdiri sejenak, dapat berusaha melangkah pertama sendiri, dapat duduk dari posisi berdiri tanpa bantuan. Perkembangan motorik halus dapat melepas kotak kedalam cangkir, berusaha untuk membangun 2 balok menara tetapi gagal, mencoba untuk memasukkan butir-butir ke dalam leher botol yang sempit tetapi gagal, dapat membalikkan halaman buku, banyak dalam sekali waktu (Wong, 2008).
Perkembangan anak usia 15 bulan, pada perkembangan motorik kasar anak berjalan tanpa bantuan, memanjat tangga, berlutut tanpa sokongan, tidak dapat berjalan disekitar sudut atau berhenti tiba-tiba tanpa kehilangan keseimbangan, memilih posisi berdiri tanpa sokongan, tidak dapat melempar bola tanpa jatuh. Pada perkembangan motorik halus anak sudah mampu melepaskan butir-butir dalam leher botol yang sempit, mencorat-coret secara spontan, menggunakan cangkir dengan baik, secara spontan menjatuhkan objek ke lantai, membangun menara dari 2 kotak (Wong, 2008).
Pada umur 18 bulan, perkembangan motorik kasar anak mampu melangkah dan berjalan dengan tegak, duduk sendiri di kursi, melempar bola dari satu tangan ke tangan lain tanpa jatuh. Perkembangan motorik halus anak mampu membangun menara tiga sampai 4 kotak, membalik halaman dalam buku dua atau tiga lembar secara sekaligus, mengatur sendok tanpa memutar, dalam menggambar membuat sesuai tiruan (Wong, 2008).
Pada usia 2 tahun perkembangan motorik kasar anak mampu naik dan turun tangga sendiri, dengan dua kaki pada setiap langkah, berdiri dengan seimbang dengan langkah lebar, menangkap objek tanpa jatuh, menendang bola tanpa gangguan keseimbangan. Perkembangan motorik halus anak mampu membangun menara dengan enam sampai tujuh kotak, menyusun dua atau lebih kotak menyerupai kereta, membalik halaman buku satu sekali waktu, dalam menggambar, meniru, tekanan vertikal dan melingkar, memencet bel pintu, membuka gerendel (Wong, 2008).
Perkembangan motorik kasar dan motorik halus anak masa prasekolah
Perkembangan anak pada usia 30 bulan pada perkembangan motorik kasar, diwakili dengan kemampuan untuk berdiri dengan satu kaki selama 1-5 detik, melompat dengan satu kaki, berjalan dengan tumit ke jari kaki, menjelajah, membuat posisi merangkak, dan berjalan dengan bantuan. Perkembangan motorik halus mulai memiliki kemampuan menggoyangkan jari-jari kaki, menggambar 2 atau 3 bagian, memilih garis yang lebih panjang dan melambaikan tangan, menggunakan tangannya untuk bermain, menempatkan objek didalam wadah, makan sendiri, minum dari cangkir dengan bantuan, menggunakan sendok dengan bantuan, makan dengan jari, membuat coretan di atas kertas (Aziz, 2005), membangun menara 8 kotak,menggambar, meniru garis vertikal, horizontal membuat dua atau lebih garis menyilang (Wong, 2004).
Pada usia 3 tahun perkembangan motorik kasar anak mampu mengendarai roda tiga,melompat dari langkah dasar, berdiri pada satu kaki untuk beberapa detik, menaiki tangga beberapa kai bergantian, dapat tetap turun dengan menggunakan dua kaki, melompat panjang, mencoba untuk berdansa tetap keseimbangan tidak adekuat, melompat panjang. Perkembangan motorik halus anak mampu membangun menara dari 9 atau 10 kotak, membangun jembatan dengan 3 kotak, secara benar memasukkan biji-biji dalam botol berleher sempit, dapat menggambar meniru lingkaran, silangan, menyebut apa yang telah digambarkan, membuat lingkaran dengan gambar wajah (Wong, 2004).
Pada usia 4 tahun perkembangan motorik kasar anak mampu melompat dan meloncat, menangkap bola dengan tepat, melempar bola bergantian, berjalan menuruni tangga dengan kaki bergantian. Perkembangan motorik halus menggunakan gunting dengan baik untuk memotong gambar mengikuti garis, dapat memasang sepatu tetapi tidak dapat mengikat talinya, dalam menggambar menyalin bentuk kotak, menjiplak garis, menambahkan tiga bagian pada gambar jari, (Wong, 2004).
Perkembangan anak usia 5 tahun, perkembangan motorik kasar meloncat dan melompat pada kaki bergantian, melempar dan menangkap bola dengan baik, meloncat keatas, bermain skets dengan perkembangan yang baik, berjalan mundur dengan tumit dan jari kaki, melompat pada ketinggian 12 inci, dan bertumpu pada jari kaki, keseimbangan pada jari kaki bergantian dengan mata tertutup. Perkembangan motorik halus anak mampu mengikat tali sepatu, menggunakan gunting, alat sederhana atau pensil dengan sangat baik, dalam menggambar, meniru gambar, mencetak beberapa huruf, angka atau kata seperti kata panggilan (Wong, 2004).
b) Perkembangan Bahasa dan Bicara
Perkembangan bahasa dan bicara adalah kemampuan memberikan respon terhadap suara, mengikuti perintah dan berbicara spontan. Ketika anak menggunakan keterampilan motor, mereka juga menambah kemampuan mereka dalam mengkomunikasikan pikiran dengan orang lain melalui bahasa. Menurut Donna L Wong (2008) karakteristik perkembangan utama bahasa dan bicara anak usia 1-5 tahun yaitu :
Perkembangan bahasa anak umur 1 tahun yaitu mengatakan dua sampai tiga kata-kata dengan arti dan meniru bunyi-bunyi binatang. Dan perkembangan bicaranya, mengabaikan hampir semua konsonan akhir dan beberapa konsonan awal, mengganti konsonan “m”, ”w”, ”p”, ”b”, ”k”, ”g”, ”n”, ”t”, ”d”, dan “h” dengan bunyi-bunyi yang lebih sulit.
Pada anak usia 2 tahun perkembangan bahasanya mampu menggunakan frase dua atau tiga kata, mempunyai perbendaharaan kata kira-kira 300 kata, dan menggunakan “saya”,”aku”,”kamu”. Perkembangan bicaranya menggunakan konsonan dengan “m”,”w”,”p”,”b”,”k”,”g”,”n”,”t”,”d”, dan “h” dengan huruf hidup.
Pada anak usia 3 tahun, perkembangan bahasanya mengatakan empat sampai lima kalimat kata, mempunyai perbendaharaan kata kira-kira 900 kata, menggunakan “siapa”,”apa”, dan “dimana” dalam mengajukan pertanyaan, menggunakan kata majemuk, kata ganti, dan preposisi. Pada perkembangan bicara menguasai “b”,”t”,”d”,”k”,dan “g”; bunyi “r” dan “l” mungkin masih tidak jelas, mengabaikan atau menambahkan “w”.
Pada usia 4-5 tahun perkembangan bahasanya mempunyai perbendaharaan kata 1500 sampai 2100 kata, mampu menggunakan bentuk gramatik dengan benar seperti kalimat masa lampau dari kata-kata “kemarin”, menggunakan kalimat lengkap dengan kata benda, kata kerja, preposisi, kata sifat, kata keterangan, dan penghubung. Perkembangan bicaranya mampu menguasai “f” dan “v”; mungkin masih tidak jelas “r”,”l”,”s”,”z”,”ch”,”y”,dan “th”.
c) Perkembangan Sosial / personal sosial
Perkembangan sosial adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan. Loree (1970:86) dengan menyitir pendapat English & English (1958) menjelaskan lebih lanjut bahwa sosialisasi itu merupakan suatu proses di mana individu (terutama anak) melatih kepekaan dirinya terhadap rangsangan-rangsangan sosial terutama tekanan-tekanan dan tuntutan kehidupan (kelornpoknya); belajar bergaul dengan dan bertingkah laku seperti orang lain, bertingkah laku di dalam lingkungan sosio-kulturalnya.
Misalnya, kemampuan anak untuk menyapa dan bermain bersama teman-teman sebayanya. Bermain menggambar, bercerita adalah strategi penyembuhan yang efektif untuk anak prasekolah umur 3 tahun dan yang lebih tua (http://makalahdanskripsi.blogspot.com).

No comments:

Post a Comment

Post a Comment