Showing posts with label artikel pelayanan kesehatan. Show all posts
Showing posts with label artikel pelayanan kesehatan. Show all posts

Saturday, July 3, 2010

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

1. CT-Scan
Mengidentifikasi adanya hemorragic, ukuran ventrikuler, infark pada jaringan mati.
2. Foto tengkorak atau cranium
Untuk mengetahui adanya fraktur pada tengkorak.
3. MRI (Magnetic Resonan Imaging)
Gunanya sebagai penginderaan yang mempergunakan gelombang elektomagnetik.
4. Laboratorium
Kimia darah: mengetahui ketidakseimbangan elektrolit.

Perkembangan Psikomotor Anak Usia 1-5 Tahun

Pengertian Perkembangan
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan (Ngastiah, cit Hartiningsih, 2007). Tugas perkembangan yang harus dilewati anak yaitu :
1) Tugas perkembangan keterampilan motorik yang dialami anak yaitu dengan belajar keterampilan. Keterampilan motorik anak seperti keterampilan tangan misalnya makan sendiri, berpakaian sendiri, mandi sendiri, dan lain-lain.
2) Dalam memperoleh kemajuan berbicara, anak memiliki kebutuhan dan dorongan yang kuat untuk belajar berbicara. Hal ini disebabkan belajar berbicara merupakan sarana pokok dalam sosialisasi untuk memperoleh kemahiran.
3) Perkembangan emosi, dimana emosi yang menonjol pada anak usia pra sekolah adalah marah, takut, cemburu, iri hati, gembira, sedih, kasih sayang dan lain-lain.
4) Sosialisasi masa pra sekolah disebut juga sebagai masa berkelompok, dasar untuk sosialisasi diletakkan dalam meningkatkan hubungan antara anak dengan teman sebayanya.


5) Perkembangan konsep (pengertian)
Merupakan peningkatan kemampuan intelektual terutama kemampuan berpikir dan melihat hubungan (Hurlock, cit Hartiningsih, 2007).
Kebutuhan dasar anak secara garis besar dikelompokkan menjadi tiga yaitu:
1) Kebutuhan asuh (fisis-biomedis)
Kebutuhan asuh meliputi kebutuhan akan nutrisi dan perlindungan kesehatan. Upaya pemenuhan kebutuhan tersebut meliputi pemberian makanan yang sesuai dengan umurnya dan perbaikan lingkungan, pemantauan kesehatan anak serta imunisasi disamping peningkatan status kesehatan ibunya sendiri.
2) Kebutuhan asih (emosi)
Yang dimaksud dengan asih adalah ikatan yang erat, serasi dan selaras antara ibu dan anaknya berupa kebutuhan emosi dan kasih saying. Menurut Abdullah Nashih Ulwan, setiap orang tua secara fitrah di dalam hatinya akan tumbuh perasaan cinta terhadap anak dan akan tumbuh pula perasaan psikologis lainnya, berupa perasaan kebapakan dan keibuan untuk memelihara, mengasihi, menyayangi dan memperhatikan anak. Andai perasaan-perasaan psikologis semacam itu tidak ada, niscaya species manusia ini akan lenyap dari permukaan bumi. Kedua orang tua tidak akan sabar memelihara anak-anak mereka, tidak akan mau mengasuh dan mendidik, tidak akan memperhatikan persoalan dan kepentingan-kepentingan anaknya.
3) Kebutuhan asah (stimulasi).
Sedangkan yang dimaksud asah (kebutuhan akan stimulasi) adalah pemberian stimulasi kepada anak (baik disengaja, disadari, maupun tidak) akan merupakan proses belajar, pendidikan dan pelatihan pada anak. Stimulasi ini perlu diberikan sedini mungkin. Pada usia balita pola hidup anak adalah bermain. Oleh karena itu, hendaknya pemberian stimulasi bermain pada balita dilakukan dengan cara bermain dan informal. Stimulasi bermain berfungsi untuk perkembangan psikososial seperti kreativitas dan kemandirian. Pada asah, selain digunakan alat permainan yang bersifat edukatif dan kreatif (apek), stimulasi verbal atau komunikasi verbal dengan anak juga memegang peranan sangat penting sehingga harus diberikan sedini mungkin. Hal ini akan membantu perkembangan keterampilan berbahasa anak dan akan menunjang pendidikan formalnya kelak. Stimulasi mental juga berperan dalam kebutuhan asah yang berfungsi untuk perkembangan religius (beragama), dan moral etika.
Ketiga kebutuhan dasar anak tersebut sangat mempengaruhi perkembangan psikomotornya. Lingkungan anak yang diharapkan mampu menyediakan kebutuhan dasar tadi dalam kehidupan sehari-hari diwujudkan oleh suasana pengasuhan anak

Ciri-Ciri Alat Permainan Usia 1-5 Tahun

Menurut Aziz (2005) ciri-ciri alat permainan adalah sebagai berikut :
1) Usia 1-2 tahun
Tujuan :
a) Mencari sumber suara/ mengikuti sumber suara.
b) Memperkenalkan sumber suara
c) Melatih anak melakukan gerakan mendorong atau menarik
d) Melatih imajinasi
e) Melatih anak untuk melakukan kegiatan sehari-hari semuanya dalam bentuk kegiatan yang menarik
Alat permainan yang dianjurkan :
a) Gendering, bola dengan giring-giring didalamnya
b) Alat permainan yang dapat ditarik atau didorong
c) Alat permainan yang terdiri dari alat rumah tangga (misalnya cangkir yang tidak mudah pecah, sendok plastik, ember, Waskom, air, balok-balok besar, kardus, buku bergambar, kertas-kertas untuk dicoret, krayon/pensil warna).
2) Usia 2-3 tahun
Tujuan :
a) Menyalurkan emosi/perasaan anak
b) Mengembangkan keterampilan berbahasa
c) Melatih motorik halus dan kasar
d) Mengembangkan kecerdasan (memasangkan, menghitung, mengenal, dan membedakan warna)
e) Melatih kerjasama mata dan tangan
f) Melatih daya imajinasi
g) Kemampuan membedakan permukaan dan warna benda
Alat permainan yang dianjurkan :
a) Lilin yang dapat dibentuk
b) Alat-alat untuk menggambar
c) Parsel (puzzle sederhana)
d) Manik-manik ukuran besar
e) Berbagai benda yang mempunyai permukaan dan warna yang berbeda
f) Bola
3) Usia 3-5 tahun
Tujuan :
a) Mengembangkan kemampuan menyamakan dan membedakan
b) Mengembangkan kemampuan berbahasa
c) Mengembangkan pengertian tentang berhitung, menambah, mengurangi
d) Merangsang daya imajinasi dengan berbagai cara bermain pura-pura ( sandiwara)
e) membedakan benda dengan perabaan
f) Menumbuhkan sportalitas
g) Mengembangkan kepercayaan diri
h) Mengembangkan kreatifitas
i) Mengembangkan koordinasi motorik (melompat, memanjat, lari-lari)
j) Mengembangkan kemampuan mengontrol emosi, motorik halus dan kasar
k) Mengembangkan sosialisasi atau bergaul dengan anak dan orang diluar rumahnya
l) Memperkenalkan suasana kompetisi, gotong-royong
Alat yang dianjurkan :
a) Berbagai benda dari sekitar rumah, buku bergambar, majalah anak-anak, alat gambar dan tulis, kertas untuk melipat, gunting, air, dan lain-lain
b) Teman-teman bermain anak sebaya, orang tua, orang lain diluar rumah

Macam-Macam Permainan

Menurut Aziz (2005) dalam bermain kita mengenal beberapa sifat bermain pada anak, diantaranya bersifat aktif dan pasif, sifat demikian akan memberikan jenis permainan yang berbeda. Melihat sifat tersebut kita akan mengenal bermacam - macam permainan diantaranya :
1) Bermain afektif Sosial
Bermain ini menunjukkan adanya perasaan dalam berhubungan dengan orang lain, hal ini dapat dilakukan seperti orang tua memeluk anaknya sambil berbicara, bersenandung , kemudian anak memberikan respon seperti tersenyum tertawa, bergembira dan lain-lain. Sifat dari permainan ini adalah orang lain berperan aktif dan anak hanya berespon terhadap stimulasi sehingga akan memberikan kesenangan dan kepuasan bagi anak.
2) Bermain bersenang-senang
Bermain hanya memberikan kesenangan anak melalui obyek yang dimainkan sehingga anak merasa senang dan bergembira tanpa adanya kehadiran orang lain. Sifat bermain ini adalah tergantung dari stimulasi yang diberikan pada anak tanpa memperdulikan aspek kehadiran orang lain, seperti bermain boneka-bonekaan, binatang-binatangan, dan lain-lain.
3) Bermain keterampilan
Bermain ini dengan menggunakan obyek keterampilan yang dapat melatih kemampuan keterampilan anak yang diharapkan mampu untuk berkreatif dan terampil dalam segala hal. Sifat permainan ini adalah bersifat aktif dimana anak selalu ingin mencoba kemampuan dalam keterampilan tertentu seperti bermain dalam bongkar pasang gambar, disisi lain anak selalu dipacu untuk selalu terampil dalam meletakkan gambar yang telah dibongkar, kemudian bermain latihan memakai baju dan lain-lain.
4) Bermain dramatik
Macam permainan ini dapat dilakukan anak dengan mencoba melakukan berpura-pura dalam berperilaku seperti anak memerankan sebagai orang dewasa, seorang ibu dan guru dalam kehidupan sehari-hari. Sifat dari permainan adalah anak dituntut aktif dalam memerankan sesuatu permainan dramatik ini dapat dilakukan apabia anak sudah mampu berkomunikasi dan mengenal kehidupan sosial.
5) Bermain menyelidiki
Macam bermain ini dengan memberikan sentuhan pada anak untuk berperan dalam menyelidiki sesuatu atau memeriksa dari alat permainan seperti mengocok untuk mengetahui isinya dan permainan ini bersifat aktif pada anak dan dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan kecerdasan pada anak.
6) Bermain konstruktif
Bermain ini bertujuan untuk menyusun suatu obyek permainan agar menjadi sebuah konstruksi yang benar seperti permainan menyusn balok-balok. Sifat permainan ini adalah aktif dimana anak selalu ingin menyelesaikan tugas-tugas yang ada dalam permainan dan akan membangun kecerdasan anak.
7) Bermain Onlooker
Jenis permaian ini adalah dengan melihat apa yang dilakukan oleh anak lain yang sedang bermain tetapi tidak berusaha bermain. Sifat dari bermain ini adalah pasif akan tetapi anak akan mempunyai kesenangan atau kepuasan sendiri dengan melihatnya.
8) Bermain Soliter/mandiri
Merupakan bermain yang dilakukan secara sendiri hanya terpusat kepada permainannya sendiri tanpa memperdulikan orang lain sifatnya adalah aktif akan tetapi bentuk stimulasi tambahan kurang, karena dilakukan sendiri dalam perkembangan mental pada anak, kemudian dapat membantu untuk menciptakan kemandirian pada anak.
9) Bermain Pararel
Merupakan bermain secara sendiri tetapi tidak ikut dalam kegiatan orang lain. Sifatnya dari permainan ini adalah anak aktif secara sendiri tetapi masih dalam satu kelompok, dengan harapan kemampuan anak dalam menyelesaikan tugas mandiri dalam kelompok tersebut terlatih dengan baik.
10) Bermain asosiatif
Merupakan bermain secara bersama dengan tidak mengikat sebuah aturan yang ada, semuanya bermain tanpa memperdulikan teman lain dalam sebuah aturan. Bermain ini akan menumbuhkan kreatifitas anak karena stimulasi dari anak lain ada, akan tetapi belum dilatih dalam mengikuti peraturan dalam kelompok.

Fungsi Bermain

Fungsi bermain menurut Wong (2008) :
1) Perkembangan sensori motorik
Memperbaiki keterampilan motorik kasar dan halus serta koordinasi, meningkatkan perkembangan semua indera, mendorong eksplorasi pada fisik dunia, memberikan pelampiasan kelebihan energi.
2) Perkembangan intelektual
Memberikan sumber-sumber yang beraneka ragam untuk pembelajaran eksplorasi dan manipulasi bentuk, ukuran, tekstur, warna, pengalaman dengan angka, hubungan yang renggang, konsep abstrak.
3) Perkembangan sosial dan moral
Mengajarkan peran orang dewasa termasuk perilaku peran seks, memberikan kesempatan untuk menguji hubungan mengembangkan keterampilan sosial, mendorong interaksi dan perkembangan sikap, yang positif terhadap orang lain, menguatkan pola perilaku yang telah disetujui dan standar moral.
4) Kreatifitas
Memberikan saluran ekpresi untuk ide dan minat yang kreatif, memungkinkan fantasi dan imajinasi, meningkatkan perkembangan dan minat khusus.
5) Kesadaran diri
Memudahkan perkembangan identitas diri, mendorong pengaturan prilaku sendiri, memungkinkan pengujian antara kemampuan sendiri dan kemampuan orang lain, memungkinkan kesempatan untuk belajar bagaimana prilaku dapat mempengaruhi orang lain.
6) Nilai terapeutik
Memberikan pelepasan stress dan ketegangan, memungkinkan ekspresi emosi dan pelepasan impuls yang tidak dapat diterima dalam bentuk yang secara sosial dapat diterima, mendorong percobaan dan pengujian situasi yang menakutkan dengan cara yang aman, memudahkan komunikasi verbal tidak langsung dan non verbal tentang kebutuhan rasa takut, dan keinginan.