Showing posts with label Cara mengobati penyakit kista. Show all posts
Showing posts with label Cara mengobati penyakit kista. Show all posts

Friday, July 2, 2010

Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan ini terjadi melalui panca indra manusia, namun sebagia besar pengetahuan diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan ini akan berpengaruh pada perilaku seseorang (Notoadmodjo, 2005).
Pengetahuan adalah merupakan hasil mengingat suatu hal, termasuk mengingat kembali suatu kejadian yang pernah dialami baik tidak sengaja maupun sengaja dan terjadi setelah orang melakukan kontak atau pengamatan terhadap suatu objek tertentu.(Wahit, dan kawan-kawan,2006)
Sebelum seseorang mengadopsi perilaku (berprilaku baru), ia harus tahu terlebih dahulu apa arti atau manfaat perilaku tersebut bagi dirinya atau keluarganya.
Perilaku terhadap seseorang dengan makanan sebagai baian vital dari kehidupan. Perilaku ini meliputi pengetahuan, sikap dan praktek terhadap makan. Serta unsur-unsur yang terdapat didalamnya, pengelolaan makanan dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan. Penerimaan perilaku baru atau adopsi perilaku melalui proses dimana didasai dengan pengetahuan, kesadaran dan sikap yang positif maka perilaku akan bersifat langgeng sebaliknya apabila perilaku itu tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran akan tidak berlangsung lama (Notoatmodjo, 2003).
Lawrence Green mencoba menganalisa perilaku manusia dari tingkat kesehatan dan selanjutnya perilaku itu sendiri ditentukan atau terbentuk dari 3 faktor, yaitu :
a. Faktor-faktor predisposisi (predisposing factor), yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya.
b. Faktor-faktor pendukung (enabling factor), yang terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas-fasilitas dan sarana-sarana kesehatan.
c. Faktor-faktor pendorong (renforcing factor) yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas yang lain yang merupakan kelompok referensi dari masyarakat.
Pengetahuan umumnya datang dari pengalaman, kita juga dapat memperoleh pengetahuan dari informasi yang disampaikan oleh guru, orang lain, teman, buku dan surat kabar. Kita juga menelusurinya sendiri, kita tahu kemana harus bertanya (Diknas Ne, 2003).
Menurut Notoatmodjo (2005), pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai enam tingkat, yakni :
a. Tahu (know)
Tahu artinya sebaai pengingat suatu materi yang sudah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam pengetauan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, tau ini merupakan tingkatan pengetahuan yang paling rendah. Untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan menyatakan dan sebagainya.
b. Memahami (comperhensif)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah paham terhadap obyek atau materi harus dapat menjelaskan, menyimpulkan, menyebutkan terhadap obyek yang dipelaarinya dengan baik.
c. Aplikasi (application)
Aplikasi diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menggunakan yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya), aplikasi di sini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan dalam konteks atau situasi yang lain.
d. Analisis (abalysys)
Analisis adalah suatu komponen untuk menjabarkan materi atau suatu obyek ke dalam komponen-komponen, tetapi masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja seperti dapat menggambarkan, membedakan, memisahkan dan mengelompokkan.
e. Sintesis (syintesis)
Sintesis menunjukkan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan dan menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.
f. Evaluasi (Evaluation)
Ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
a. Pendidikan
Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan oleh orang lain terhadap suatu hal agar mereka dapat memahami. Makin tinggi pendidikan seorang semakin mudah mereka mendapat imformasi dan hahirnya makin banyak pula pengetahuan .


b. Pekerjaan
Lingkungan pekerjaan seseorang dapat menjadi seseorang menambah pengetahuan secara langsung maupun secara tidak langsung
c. Pengalaman
Pengalaman adalah suatu kejadian yang pernah dialami seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungan. Pengalaman yang baik akan membawa dampak positip dalam kehidupan .
d. Kebudayaan
Kebudayaan juga sangat berpengaruh terhadap pengetahuan seseorang karena dimana kita hidup dan dibesarkan mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan sikap kita, contoh misalnya disuatu wilayah mempunyai budaya untuk menjaga lingkungan maka masyarakat disekitarnya mempunyai sikap untuk menjaga mem bersihkan lingkungan, karena lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan sikap seseorang.(Saifuddin A,2002)

Metode Pendidikan Kesehatan

Metode yang digunakan pada aplikasi pendidikan kesehatan adalah metode belajar mengajar. Pada gais besarnya metode tersebut dibagi 2 macam yaitu :
1) Metode didaktik
Metode ini didasarkan pada cara satu arah atau one way method. Pendidik aktif dan peserta didik pasif. Kelemahanya, sulit dievaluasi keberhasilannya. Contohnya siaran radio, tulisan di media cetak, TV, dan film.
2) Metode sokratik
Ini adalah metode dua arah atau two way traffic method. Dengan demikian peserta didik dapat aktif dan kreatif. Sebagai contoh metode ini ialah diskusi kelompok, diskusi panel, diskusi forum, seminar, symposium, studi kasus,lokakarya, demonstrasi dan sosiodrama.

Teori Belajar

Belajar adalah usaha untuk memperoleh hal-hal baru dalam tingkah laku (pengetahuan, kecakapan, ketrampilan, dan nilai-nilai) dengan aktivitas kejiwaan sendiri. Sifat khas dari proses belajar adalah memperoleh sesuatu yang baru, yang sebelumnya belum ada, yang sebelumnya belum diketahui menjadi tahu, yang sebelumnya belum mengerti menjadi mengerti (Notoatmodjo, 2003).
1) Teori belajar banyak dikemukaan oleh para ahli diantaranya :
a) Teori Gestalt
Teori Gestalt atau keseluruhan teori, ini belajar tidaklah sebagian-sebagian artinya harus mengenal seluruh unsur-unsurnya. Gestalt menyimpulkan bahwa seseorang dikatakan belajar bila ia memperoleh pemahaman atau pandangan (insight) dalam situasi yang problematic. Insigth tersebut ditandai antara lain dengan adanya :
(1) Belajar secara keseluruhan misalnya berusaha menghubungkansatu pelajaran atau satu masalah dengan pelajaran atau masalah lainnya yang relevan.
(2) Terjadi transfer, maksdunya memperoleh respon yang tepat. Bila respon yang pertama kali sudah tepat dan mengerti, baru pindah ke masalah lain dan hal itu harus secara keseluruhan menjadi satu kesatuan.
(3) Belajarnya akan lebih berhasil jika berhubungan dengan minat, keinginan dan tujuan peserta didik.
(4) Belajar berlangsung secara terus menerus, hal ini dikarenakan pengetahuan tidak hanya diperoleh di tempat menerima pelajaran yang pertama atau ditempat yang tetap seperti di kelas bagi anak sekolah, akan tetapi dimana saja seperti di rumah, di masyarakat, dari pengalaman dan dari lingkungan.
b) Teori J. Brauner
Menurut Brauner belajar tidak untuk mengubah perilaku orang akan tetapi peserta didik dapat melakukan eksplorasi, penemuan-penemuan baru yang belum dikenal sebelumnya atau yang hampir serupa. Keadaan seperti ini dinamakan discovery learning.
c) Teori Pieget
Pieget tampak besar perhatiannya pada dunia anak-anak. Dunia anak-anak berbeda dengan dunia dewasa baik struktur mentalnya, perkembangan mentalnya namun pada setiap anak tidaklah selalu sama. Perkembangan mental anak dipengaruhi oleh :
(1) Kemasakan
(2) Pengalaman
(3) Interaksi sosial
d) Teori R. Gagne
Belajar adalah suatu proses untuk memperoleh motivasi dalam pengetahuan, ketrampilan, kebiasaan, dan tingkah laku. Gagne mengemukakan bahwa sejak bayi manusia melakukan interaksi dengan lingkungan, tetapi pada masa bayi tersebut baru dalam bentuk sensory-motor coordination. Setelah itu bayi akan bersosialisasi dengan anak lain atau orang dewasa dengan keramahan tanpa ada sikap pertentangan