Showing posts with label Cara mengobati penyakit eksim. Show all posts
Showing posts with label Cara mengobati penyakit eksim. Show all posts

Friday, July 2, 2010

Tingkat Pelayanan Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencegahan (five levels of prevention) dari Leavel dan Clark cit Herawani (2001), yaitu :


1) Promosi kesehatan (Health Promotion)
Pada tingkat ini pendidikan kesehatan diperlukan misalnya dalam kebersihan perorangan, perbaikan sanitasi lingkungan, pemeriksaan kesehatan berkala, peningkatan gizi dan kebiasaan hidup sehat.
2) Perlindungan khusus (Specific Protection)
Pada tingkat ini pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Misalnya tentang pentingnya imunisasi sebagai cara perlindungan terhadap penyakit pada anak maupun orang dewasa. Program imunisasi merupakan bentuk pelayanan perlindungan khusus.
3) Diagnosa dini dan pengobatan segera (Early Diagnosis and Prompt Treatment)
Pada tingkat ini pendidikan kesehatan diperlukan karena rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan kesehatan dan penyakit yang terjadi di masyarakat. Keadaan ini menimbulkan kesulitan mendeteksi penyakit yang terjadi di masyarakat, masyarakat tidak mau periksa dan diobati penyakitnya. Kegiatan pada tingkat pencegahan ini meliputi pencarian kasus, penyembuhan dan pencegahan berlanjutnya proses penyakit, pencegahan penyebaran penyakit menular, dan pencegahan komplikasi.
4) Pembatasan cacat (Disability Limititato)
Pada tingkat ini pendidikan kesehatan diperlukan karena masyarakat sering didapat tidak mau melanjutkan pengobatannya sampai tuntas aau tidak mau melakukan pemeriksaan dan pengobatan penyakit secara tuntas atau tidak mau melakukan pemeriksaan dan pengobatan penyakit secara tuntas. Hal ini terjadi karena kurangnya pengertian dan kesadaran masyarakat akan kesehatan dan penyakitnya. Pada tingkat ini kegiatan meliputi perawatan untuk menghentikan penyakit, pencegahan komplikasi lebih lanjut, mengatasi kecacatan dan mencegah kematian.
5) Rehabilitasi (Rehabilitation)
Pada tingkat pendidikan kesehatan diperlukan karena setelah sembuh dari suatu penyakit tertentu, seseorang mungkin menjadi cacat. Untuk memulihkan kecacatannya itu diperlukan latihan-latihan. Untuk melakukan suatu latihan yang baik dan benar sesuai program yang ditentukan, diperlukan adanya pengertian dan kesadaran dari masyarakat yang bersangkutan. Disamping itu, ada rasa malu dan takut tidak diterima untuk kembali ke masyarakat setelah sembuh dari suatu penyakit atau mungkin masyarakat tidak mau menerima anggota masyarakat lainnya yang baru sembuh dari suatu penyakit.

Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan

1) Sasaran Pendidikan Kesehatan
a) Pendidikan kesehatan individual dengan sasaran individu
Metode pendidikan individual pada pendidikan kesehatan digunakan untuk membina perilaku baru serta membina perilaku individu yang mulai tertarik pada perubahan perilaku sebagai inovasi. Metode pendidikan individual yang biasa digunakan adalah bimbingan dan penyuluhan, konsultasi pribadi, sera wawancara.
b) Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok
Metode pendidikan kelompok dapat dibagi kedalam kategori kelompok kecil yang beranggotakan kurang dari lima belas orang dan kelompok besar yang beranggotakan lebih dari lima belas orang. Pada kelompok kecil metode pendidikan dapat digunakan seperti diskusi kelompok, curah gagas/ide, permainan peran, simulasi dan demonstrasi. Pada kelompok besar dapat digunakan metode pendidikan seperti ceramah, seminar, symposium dan forum panel.
c) Pendidikan kesehatan massa/masyarakat dengan sasaran massa
Metode pendidikan massa digunakan pada sasaran yang bersifat masal/umum dan tidak membedakan sasaran dari umr, jenis kelamin, pekerjaan, status sosial ekonomi, tingkat pendidikan. Pendidikan kesehatan dengan menggunakan metode pendidikan massa tidak dapat diharapkan sampai pada terjadinya perubahan perilaku, namun mungkin sampai pada tahap sadar. Dalam pelaksanaannya digunakan media massa seperti media elektronik (TV, radio), media cetak (surat kabar, majalah). Beberapa bentuk metode pendidikan masa adalah ceramah umum, pidato, simulasi, artikel di majalah, film cerita dan papan reklame.
2) Tempat Pelaksanaan Pendidikan Kesehatan
Pendidikan kesehatan dapat berlangsung diberbagai tempat sehingga dengan sendirinya sasaranya juga berbeda. Misalnya :
a) Pendidikan kesehatan di sekolah, dilakukan di sekolah dengan sasaran murid, yang pelaksanaannya diintegrasikan dalam upaya kesehatan sekolah (UKS).
b) Pendidikan kesehatan di pelayanan kesehatan, dilakukan di Pusat Kesehatan Masyarakat, Balai Kesehatan, Rumah Sakit Umum maupun Khusus dengan sasaran pasien dan keluarga pasien.
c) Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan.

Proses dalam pendidikan kesehatan

Proses dalam pendidikan kesehatan merupakan mekanisme dan interaksi yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku subyek belajar. Dalam proses tersebut diperlukan interaksi antara subyek belajar sebagai pusatnya dan pengajar (petugas kesehatan) metode pengajaran, alat bantu belajar dan materi belajar.
Proses pendidikan kesehatan dipengaruhi oleh faktor : materi/bahan pendidikan kesehatan, lingkungan belajar, perangkat pendidikan baikperangkat lunak maupun perangkat keras dan subyek belajar, yaitu individu, kelompok, keluarga dan masyarakat serta tenaga kesehatan/perawat. Berikut ini dijelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi proses pendidikan kesehatan.
Materi/bahan pendidikan kesehatan merupakan materi/bahan belaar bagi subyek belajar. Materi tersebut dapat merupakan materi baru, pelengkap atau pengulangan bagi subyek belajar. Lingkungan belajar dapat berupa tatanan belajar di kelas, auditorium atau tempat lainnya, lingkungan sosial, lingkungan fisik cahaya, udara dan suara.
Tenaga kesehatan/perawat meliputi kualitas, yaitu kemampuan melakukan pendidikan kesehatan maupun kuantitas yang menyangkut jumlah maupun jenisnya. Perangkat lunak pendidikan kesehatan yang mempengaruhi proses belajar adalah kurikulum/satuan pelajaran, buku materi, leaflet, booklet, buku pedoman atau peraturan. Dilain pihak keras berupa alat bantu pengajaran/alat perangkat keras berupa alat bantu pengajaran/alat peraga/audio visual dan tempat belajar.
3) Keluaran dalam pendidikan kesehatan
Keluaran dalam pendidikan kesehatan adalah kemampuan sebagai hasil perubahan perilaku yaitu sehat dari sasaran didik.

Pengertian Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan adalah suatu proses perubahan pada diri seseorang yang dihubungkan dengan pencapaian tujuan kesehatan individu dan masyarakat. Pendidikan kesehatan tidak dapat diberikan kepada seseorang oleh orang lain, bukan seperangkat prosedur yang harus dilaksanakan atau suatu produk yang harus dicapai, tetapi sesungguhnya merupakan suatu proses perkembangan yang berubah secara dinamis, yang didalamnya seseorang menerima atau menolak informasi, sikap maupun praktek baru yang berhubungan dengan tujuan hidup sehat (Notoatmodjo, 1997).
Pendidikan kesehatan merupakan bagian dari promosi kesehatan yaitu suatu proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya dan tidak hanya mengkaitkan diri pada peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik kesehatan saja, tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (baik fisik maupun non fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka (Notoatmodjo,2007). Essensi promosi kesehatan adalah upaya untuk membuat daya sehingga mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan sendiri. Untuk itu perlu dilakukan upaya untuk merubah, menumbuh atau mengembangkan prilaku positif hal ini merupakan bidang garapan utama pendidikan kesehatan (Depkes, 2002)